Archive for Desember, 2009
google earth
Coordinates: 45 07’25.17″N, 123 06’47.52″W

Firefox Crop Circle
Crop circles are usually associated with aliens, but this crop circle is of the geek-next-door variety. Carved into a field in Oregon, it was created by Firefox folks, Oregon State’s Open Source Lab students and others, who worked through the night after doing a practice run on a nearby field.
Coordinates: 10 54’13.84″N, 19 56’6.13″E

Small Herd of Elephants
Although the poaching of elephants is illegal, it is still a huge problem. For example, the elephant population in Chad’s Zakouma National Park, one of central Africa’s remaining wildlife strongholds may vanish within the next two to three years if poaching continues at recent levels. Elephant poaching is on the rise in other places as well, making this image in Google Earth all the more special.
Coordinates: 31 15’15.53N, 24 15’30.53W

The Lost City of Atlantis?
Few discoveries would be more exciting for an armchair explorer than finding the mythological sunken city of Atlantis. And plenty of folks thought just such a discovery was made when these mysterious lines were found in February. Alas, no lost city. Instead, scientists explained away the lines as ship tracks that were created from echosounding, which measures the time it takes for sound to go from the ship to the ocean floor and back.
Coordinates: 51 38’59.21″N, 3 15’24.39″W

Sultan the Pit Pony
Located centrally within Caerphilly County Borough in Wales, Sultan the Pit Pony is the UK’s largest figurative earth sculpture, according to Google Sightseeing. Created by landsape sculptor Mick Petts, this 655-foot long earth-sculpture is named for a famous pit pony that used to work in the old underground coal mine.
Coordinates: 33 13’32.40″N, 111 35’51.86″W

Oprah Corn Field Maze
Apparently, hero worship can take the form of farm art. In 2004 Arizona’s Schnepf Farms channeled its adulation for the media mogul, talk show host, and philanthropist into a 10-acre corn field maze.
Coordinates: 50 00’27.35″N, 110 07’08.07″W

Native American Rock
Located in the badlands of southern Alberta, Canada, is a Native American listening to his iPod—or that’s what it looks like anyway. The rock formation is the product of weather and erosion working their magic on the rocks. The “face” measures about 837 feet across and 738 feet long. The earbud “cord” is really a road that leads up to a natural gas wellhead located where the “head’s” earhole would be.
Coordinates: 44 14’39.93″N, 7 46’02.93″E

Giant Bunny
On the side of a 5,000 foot high mountain in northern Italy’s Piedmont region you will find a 200-foot-long toy rabbit. Created by the art collective Gelitin, the rabbit was “knitted by dozens of grannies out of pink wool” and stuffed with straw. Why? The group wants hikers to smile, and also encourages them to climb the rabbit’s 20-foot-high sides, relax in its belly, and generally enjoy themselves.
Coordinates: 6 37’46.20″S, 31 08’12.96″E
Hippos Taking a Bath
The name hippopotamus comes from the Greek words “hippos,” which means horse, and “potamus,” which means river. True to their name, hippos spend much of their time in the water as these in Tanzania are doing. Once found through all of sub-Saharan Africa, the hippopotamus is becoming vulnerable to extinction.
Coordinates: 48 48’22.04″N, 2 06’59.53″E
Chateau de Versaille’s Smiley Face
The awe-inspiring gardens of the Chateau de Versailles/Palace of Versailles cover about 800 hectares of land, much of which is landscaped in the classic French Garden style. The gardens contain beautiful lawns, blooming flowers, and breathtaking sculptures. Thanks to Google Earth we now know they also contain this smiley face.

Desert Artwork
Covering about 62 miles, these cones and holes in the Egyptian desert were created by Greek artist Danae Stratou and the DAST art team in the mid-1990s. Called “Desert Breath,” the artwork took several years to create and is designed to slowly erode over time.
amazing picture
liat nih
ini adalah danau danau galilea
jika kita miringkan akan menjadi seperti ini
![[amazing+picture.jpg]](http://3.bp.blogspot.com/_TC2hT_K_EE4/SSwsuKQsTPI/AAAAAAAAAE0/HoMgvHW7Zdo/s1600/amazing%2Bpicture.jpg)
our world will dead if we don’t make a change
mungkin ini hanya pesan yang sangat singkat, tapi keadaan dunia ini memang sudah lumayan gawat, global warming sebenarnya bukan isu, melainkan peringatan agar dapat dicegah mulai dari sekarang. karena jika kita tidak mencegahnya sekarang, sekitar tahun 2025 sudah tidak dapat dicegah lagi
jika hal itu terjadi, dunia kita akan sangat kering seperti planet mars dan dingin seperti satelit europa (satelit jupiter) cuaca tersebut sangatlah esktrem dan manusia tidak dapat bertahan hidup
ini memang untuk kepentingan kita semua beberapa tahun lagi banyak daratan yang tenggelam, cuaca ekstrim, dan juga pembesaran skala bencana alam yang diakibatkan oleh pemanasan global dan berkurangnya pendinginan yang disebabkan oleh CO2 yang berlebihan dan juga gas metana yang 8 kali lebih berbahaya dari CO2. untuk itu, mulailah membantu bumi ini dari hal yang kecil. maaf jika ada kata-kata yang tidak mengenakan.
[PIC]awan yang mengerikan
Delapan foto unik, gambar awan dengan bentuk yang lain dari biasanya. Meski tampak “terlalu indah” seperti khayalan, semua karya fotografi terbaik ini bukan rekayasa. Semua bentuk awan adalah asli apa adanya, walau pada sebagian foto ditambahkan efek warna. Gambar awan yang indah sekaligus menakutkan. Weird, Rare Clouds and the Physics Behind Them, demikian judul yang ditulis Wired Science.
Diambil Blog Berita dari situs-situs terpercaya National Geographic, koran Guardian, dan Wired Science. Yang menjepret adalah fotografer-fotografer profesional di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Selandia Baru, Skotlandia, dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.








source : http://beritakorslet.wordpress.com/2009/11/30/8-bentuk-awan-yang-menakutkan/
10 bencana alam menakutkan
10. Gempa Aleppo (230.000 korban tewas)

Aleepo berlokasi di sepanjang bagian utara sistem patahan geologis Dead Sea Transform yang merupakan batas dari lempeng Arab dan lempeng Afrika. Gempa bumi yang terjadi merupakan yang pertama dari dua gempa beruntun di wilayah tersebut, yaitu pada bulan Oktober 1138 hingga Juni 1139 dan gempa beruntun lainnya yang lebih kuat terjadi pada bulan September 1156 hingga Mei 1159.
Yang terkena dampak paling parahnya adalah wilayah Harim, dimana para Crusaders disitu membangun sebuah benteng yang besar. Berbagai sumber menyebutkan bahwa istana di situ hancur beserta rumah-rumah ibadatnya. Kubu pertahanan Atharib, yang kemudian diduduki kaum Muslim, turut hancur. Benteng pun juga rubuh dan menewaskan 600 penjaga istana, meski gubernur dan beberapa pelayannya selamat dan mengungsi ke Mosul.
9. Gempa Bumi dan Tsunami di Sumatra (korban tewas 230.000)

Inilah bencana alam paling mematikan di awal abad 21. Gempa bumi ini, di kalangan ilmuwan disebut sebagai gempa bumi Sumatra-Andaman, merupakan gempa bumi bawah laut yang terjadi pada jam 00:58:53 UTC (07:58:53 pagi waktu setempat) pada tanggal 26 Desember 2004 dengan episentrum di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. Gempa bumi dahsyat ini memicu tsunami di sepanjang pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan menimbulkan korban yang sangat besar dan menghancurkan pemukiman-pemukiman di dekat pantai.





Gempa ini pada awalnya tercatat berkekuatan 9.0 skala Richter, tetapi kemudian meningkat antara 9,1 dan 9,3. Dengan kekuatan seperti ini menjadikannya gempa bumi terdahsyat kedua yang pernah direkam di muka bumi (gempa dengan kekuatan terbesar adalah gempa Valdivia tahun 1960). Gempa sedahsyat ini mampu membuat seluruh planet bumi bergetar hampir setengah inch atau lebih dari satu sentimeter. Di Aceh, Indonesia, lokasi dimana sebagian besar korban jiwa berasal bahkan hingga beberapa bulan setelah hantaman tsunami, maya-mayat korban tsunami masih ditemukan dimana-mana.
8. Jebolnya Bendungan Banqiao, Cina (korban tewas 231.000)

Bendungan Banqiao didesain untuk menghadapi prediksi banjir 1000 tahunan atau sekali tiap 1000 tahun (saat curah hujan dprediksi mencapai 306 mm per-hari). Hingga pada bulan Agustus 1975 terjadi bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tidak pernah berhenti sepanjang lebih dari setahun. Pintu-pintu air akhirnya tidak mampu menampung luapan air, sebagian disebabkan sedimentasi. Akibatnya bendungan jebol di 64 titik.
Setelah akhirnya jebol, gelombang besar menyapu area di bawahnya dengan tinggi gelombang mencapai 3-7 meter dengan kecepatan 51 kilometer pe jam. Gelombang ini menyapu area hampir sepanjang 55 kilometer dan menciptakan danau besar sementara seluas 12.000 km persegi. Evakuasi berjalan sangat lambat dikarenakan kondisi cuca dan buruknya komunikasi.
7. Gempa Bumi Tangshan (242.000 tewas)

Gempa bumi Tangshan nerupakan salah satu dari gempa bumi terdahsyat di era moderen dilhat dari jumlah korbannya. Episentrum gempa berada di dekat Tangshan, Hebei, Cina, sebuah kota industri yang dihuni sekitar sejuta penduduk. Gempa terjadi pada pukul 03:42:53.8 waktu setempat (1976 July 27 19:42:53.8 UTC) dan berlangsung selama 15 detik. Sumber resmi pemerintah Cina mencatat kekuatan gempa 7,8 skala richter meski beberapa sumber menyebutkan hingga 8,2. Gempa ini merupakan gempa pertama dalam sejarah dunia moderen yang menghantam sebuah kota besar.
Pemerintah RRC menolak bantuan dunia internasional dan dikritik karena lambatnya penanganan. Keadaan ini turut menyumbang terjadinya perubahan politis hingga pada akhirnya mengakhiri revolusi budaya bangsa Cina yang tertutup.
6. Banjir Kaifeng – 1642, Cina (Korban tewas: 300)
Kaifeng, sebuah kota di provinsi Henan bagian utara, RRC, berlokasi di sepanjang tepian selatan Yellow River dihantam banjir dahsyat yang di sengaja dibuat oleh pasukan Kaisar Ming untuk mencegahnya di ambil alih oleh petani pemberontak pimpinan Li Zicheng. Setengah dari 600.000 ribu penduduk Kaifeng tewas akibat tersapu banjir dan juga karena kelaparan dan wabah penyakit yang menyertainya. Peristiwa ini tercatat merupakan sebuah strategi perang paling mematikan dalam sejarah (termasuk dalam genocide sistematis) dan kedua terbesar menelan korban manusia pada masanya.
Banjir ini juga mengakhiri masa emas kaum Yahudi yang dikatakan pernah mendiami Cina antara tahun 1300 hingga 1642. Menjelang bencana banjir ini populasi Yahudi di Cina sudah mencapai 5000, kebanyakan di Kaifeng.
5. Topan India – 1839, India (Korban tewas: 300,000+)
Tahun 1839, gelombang pasang setinggi 40 kaki yang disebabkan oleh topan dahsyat menyapu kota pelabuhan di Coringa mengakibatkan setidaknya 20.000 rumah hancur dan 300.000 orang tewas. Ini bukan bencana pertama yang terjadi di Coringa: tahun 1789 terjadi tiga kali gelombang pasang yang juga disebabkan oleh topan dan menghancurkan kota di mulut sungai Ganga itu serta menenggelamkan hampir semua kapal-kapal dan mengakibatkan tewasnya 20.000 orang.
4. Gempa Bumi Shaanxi – 1556, Cina (Korban tewas: 830.000)
deformasi akibat gempa Shaanxi
Musim panas di tahun 1556, terjadi gempa bumi Shaanxi atau gempa bumi Hua County, dan merupakan gempa paling mematikan yang pernah dicatat dan menimbulkan korban tidak kurang dari 830.000 jiwa. Lebih dari 97 wilayah di Provinsi Shaanxi, Henan, Gansu, Hebei, Shandong, Hubei, Hunan, Jiangsu dan Anhui merasakan akibatnya. Di beberapa wilayah tersebut bahkan kehilangan 60 persen pupulasinya. Kebanyakan dari korban tinggal di “yaodong”, gua-gua tinggal buatan yang runtuh akibat bencana. Gempa ini tercatat berkekuatan 8,3 skala Richter dan merupakan gempa kelima terdahsyat dilihat dari kekuatannya, meski dilihat dari jumlah korbannya merupakan gempa bumi yang paling mematikan.
Dikatakan gempa ini menyebabkan gunung-gunung dan sungai-sungai berubah posisinya, jalan-jalan hancur, dataran yang menyembul keluar membentuk bukit baru, atau dataran yang ambles membentuk lembah. Rumah-rumah, tempat-tempat peribadatan dan batas-batas kota runtuh seketika.
3. Topan Bhola – 1970, Bangladesh [Korban Jiwa: 500.000 - 1.000.000]

Tanggal 12 November 1970 topan Bhola yang merupakan topan tropis yang ganas menghantam Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). Topan ini merupakan badai topan tropis paling mematikan yang pernah tercatat di muka bumi dan salah satu bencana terdahsyat di era moderen. Lebih dari 500.000 orang tewas dan kebanyakan diakibatkan oleh banjir di pulau-pulau berdataran rendah di sekitar delta sungai Ganga. Penanganan yang buruk oleh pemerintah Pakistan Timur saat itu sangat buruk dan menuai kritikan keras dari dunia internasional.
Topan ini mulai berubah menjadi badai tropis yang ganas pada 11 November dan mulai berbelok ke timur laut saat mendekati ujung teluk. Badai ini bergerak hingga kecepatan 185 km/jam dan menyebabkan hancurnya garis pantai Pakistan Timur dalam semalam tanggal 12 November dibarengi oleh naiknya gelombang pasang.
2. Banjir Sungai Kuning (Yellow River) – 1887, Cina [Korban Jiwa: 900.000 - 2.000.000]
Yelow River (Huang He) di Cina ssat itu menjadi rawan banjir akibat perluasan besar-besaran wilayah daratan di sekitarnya. Tahun 1887 Yellow River meluap dahsyat dan membanjiri wilayah-wilayah tersebut dan mengakibatkan tewasnya antara 900.000 hingga 2.000.000 orang. Bencana alalm ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan yang pernah terjadi di muka bumi. Selama berabad-abad, para petani yang tinggal di sekitar Yellow River telah membuat bendungan-bendungan untuk menampung luapan air yang disebabkan akumulasi endapan di dasar sungai. Pada thaun 1887, naiknya air laut dan hujan deras yang berlangsung terus menerus selama berhari-hari menyebabkan bendungan-benfungan itu meluap menimbulkan banjir besar dimana-mana. Air bah dari Yellow River diperkirakan menghantam melalui bendungan-bendungan di Huanyankou, dekat kota Zhengshou di provinsi Henan.
Karena datarannya yang relatif rendah, banjir ini menyebar cepat menyeberang ke Cina bagian utara, melubgkupi area seluas 50.000 mil persegi, menyapu daerah-daerah pertanian dan pusat-pusat bisnis. Setelah banjir, dua juta orang kehilangan tempat tinggalnya. Wabah penyakit dan minimnya persediaan bahan pokok ikut menambah banyak daftar korban tewas.
1. Banjir Yellow River – 1931, Cina [Korban tewas: 1.000.000 - 4.000.000]
Pengungsi akibat meluapnya Sungai Kuning (Yellow River)
Bencana banjir di Yellow River (Huang He) tahun 1931 hingga saat ini tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam sejarah umat manusia dan juga dalam abad 20 (jika pandemik yang menyertainya tidak dihitung). Perkiraan jatuhnya korban jiwa adalah sebanyak 1 juta hingga 4 juta nyawa. Kematian dalam jumlah yang luar biasa itu tidak hanya dikarenakan hanyut atau tenggelam disapu banjir, tapi juga akibat wabah penyakit dan kelaparan.
Antara bulan Juli dan November, beberapa wilayah daratan seluas 88.000 km persegi seluruhnya dilanda banjir, dan sekitar 21.000 km persegi lainnya hanya bagian tertentu saja yang disapu banjir. Hingga saat ini Yellow River (SUngai Kuning) di Cina ini sering disebut sebagai “Derita Cina (China’s Sorrow) karena telah menelan jutaan korban jiwa manusia akibat banjir.
// <















coment