Archive for Oktober, 2009

lubang-lubang besar di dunia


Fenomena tanah ambles biasanya terjadi tiba-tiba, walaupun hanya dikenal di tempat-tempat tertentu yang rawan ambles, fenomena ini telah terjadi di seluruh dunia. Awalnya ditandai dengan bocornya pipa-pipa ledeng yang berkarat, itu menandakan tanah berpijak kita sedang ambles pertahan, dan suatu hari nanti wuuusss…! Bangunan-bangunan diatasnya akan tersedot kedalamnya dan jalan-jalan akan hancur. Tapi ada juga yang amblesnya bersifat alami bukan karena campur tangan manusia dan hasilnya sangat indah dan menakjubkan. Aneh tapi nyata, inilah beberapa fenomena tanah ambles terbesar di dunia.

1. Qattara Depression

Dia Qattara, barat Kairo, Mesir, terdapat tanah ambles terbesar di dunia yang meninggalkan lubang besar dengan panjang 175 mil/280 km dan lebar 90 mil/140 km. Lokasi di sini seperti hilang ditelan bumi dan ukurannya sangat mengejutkan.

Lubang yang bagian paling dalamnya berada 134 meter di bawah laut itu pernah digunakan dalam perang dan belakangan para ilmuwan mencoba untuk membangun proyek senilai 360 juta dollar (3,8 triliun) yang memanfaatkan Qattara untuk melengkapi ketersediaan energi mandiri. Rencana ini mengharuskan digalinya parit dari ujung Qattara menuju laut Mediterania sehingga air akan mengaliri lubangnya melalui terowongan. Pada akhirnya (setidaknya 160 tahun ke depan) danau baru akan menyaingi ukuran danau Eerie; di sini panasnya gurun pasir akan menguapkan tambahan aliran air. Mesir adalah tempatnya sejumlah tanah ambles di gurun pasir. Tapi yang paling tidak bisa dipahami adalah fenomena 100% alami di lubang Qattara ini. Qattara merupakan hasil dari erosi angin atau badai angin yang menggerus lapisan atas hingga ambles ke lapisan sumber airnya. Pada google map di bawah ini yang berwarna hijau mint adalah Qattara.

View Larger Map

2. Berezniki

Lubang Berezniki di Rusia mulai muncul di tahun 1986 dan terus tenggelam tiap tahunnya tanpa bisa dihentikan. Saat ini sudah mencapai kedalaman 200 meter dengan panjang 80 meter dan lebar 40 meter. Kalau ada yang pernah mendengar Berezniki mungkin tahu disinilah pemasok 10% kebutuhan dunia akan potash (garam abu/kalium karbonat) dan lubang ini mengancam jalur rel kereta di area pertambangannya.

3. Guatemala City

Penghuni di Guatemala City suatu saat pernah mendengar gemuruh aneh selama berminggu-minggu tapi tidak yakin apa yang sebenarnya sedang terjadi di sekitar mereka. Kemudian pada akhir bulan Februari 2007, bumi tempat mereka berpijak tiba-tiba ambles ke bumi! Sebuah lubang yang hampir berbentuk lingkaran sempurna tercipta seketika dengan membawa serta semua yang ada diatasnya termasuk sekitar 1000-an manusia yang kemudia berhasil dievakuasi. Dua diantaranya tewas. Bencana ini disebabkan oleh runtuhnya sistem pengairan yang berada di bawah permukaan tanah.

Lubang yang tercipta disebabkan kondisi geologis yang berubah karena kesalahan pemeliharaan sistem pengairan dan pipa-pipa bawah tanah yang sudah uzur, tapi faktor umum yang biasa menyebabkannya adalah air. Bumi yang berpijak di atas lapisan batu carbonate akan terkena erosi karena aliran air yang terus menerus. Batuan itu akan terkikis dan lapisan-lapisannya akan terisi dengan air dan pada akhirnya menciptakan keadaan yang rawan ambles.

Kalo ngerti bahasa Spanyol simak video dari Youtube ini:

4. Sarisarinama

Lubang-lubang Sarisarinama di Venezuela ini adalah satu keajaiban alam yang misterius dan juga indah. Ada beberapa lubang berbentuk lingkaran yang diameternya mencapai 350 meter dan kedalaman lebih dari 350 meter. Para ilmuwan tidak yakin bagaimana lubang-lubang ini terbentuk pada awalnya.

Tiap lubang memiliki ekosistem yang unik dengan banyak tumbuhan dan spesies hewan yang tidak ditemui di belahan bumi lainnya. Lihat videonya di sini.

5. Bimmah

Bimmah adalah nama dari salah satu lokasi fenomena alam dahsyat yang aneh ini. Penduduk di sini, Oman, menjadikan lubang besar ini sebagai tempat wisata (lebih tepatnya, taman atau kolam renang).

6. Mount Gambier

Dikenal sebagai kota kawah, Mout Gambier (berlokasi di antra Adelaide dan Melbourne di Australia Tenggara) punya banyak hal menarik seperti danau, goa, dan lubang-lubang dalam tanah. Kota ini memiliki baik kawah-kawah vulkanik maupun lubang-lubang besar alami yang berisikan air sehingga membuat kota ini cantik.

7. Rumah yang Kurang Beruntung di Florida

Steve Kluge membuat daftar gambar-gambar menarik yang berhubungan dengan geologi dan bencana alam. Ini adalah rumah yang kurang beruntung dan tenggelam di Florida. Tanah ambles adalah salah satu masalah klasik di Florida selain banjir dan badai.

8. Agrico Gypsum Stack

Florida sudah lama dihantui oleh longsor tanah ambles, tapi bencana yang satu ini adalah salah satu yang paling besar. Tanah yang ambles ini berada di bawah tumpukan gypsum (sampah industri beracun) seberat 80 juta ton. Bahan berbahaya ini mengkontaminasi 90% air minum di Florida dan upaya pembersihannya menelan biaya jutaan dollar. Lubang bervolume 2 juta kaki kubik ini nantinya diberi nama “Journey to the Center of the Earth” dan dikenal sebagai salah satu objek hiburan dari produk Disney World.

9. South Florida

Karst (satu jenis lapisan batu) di satu kota di Florida Selatan mengalami penurunan dan menghasilkan lubang di tanah yang cukup besar.

10. Lubang Bumi Setan

Kedalamannya memang cukup “mengerikan” yaitu mencapai 400 kaki, inilah “lubang setan” di Texas. Mulut lubang ini berukuran 40 x 60 kaki dan terdapat bukti arkeologi bahwa tempat ini pernah dikeramatkan oleh orang asli Amerika. Penduduk setempat biasa menemukan anak-anak panah, stalaktit, dan harta karun lainnya dari lubang besar ini.

11. Macungie

Kadar air yang sedang sebenarnya membantu “menyelamatkan” tanah tempat berpijak kita, jika tidak, tentu saja kita tidak akan bisa membangun apapun di atasnya karena akan mudah tererosi. Tetapi, jika lapisan tanah ini menjadi perangkap air yang besar, resikonya adalah ambles. Jika tanah ambles secara alami mungkin bisa dimaafkan bahkan menciptakan suatu keajaiban alam yang indah, tapi kalau itu disebabkan oleh manusia itu sendiri, tentu saja sangat buruk akibatnya. Amblesnya tanah Macungie di Pennsylvania di atas membuat Florida merugi besar. Di Pennsylvania sistem pengairan bawah tanahnya sudah uzur dan fenomena tanah ambles menjadi bertambah umum.

12. Bowling Green

Rencana dibangunnya Kentucky Trimodal Transpark segera dibatalkan saat terjadi tanah ambles seluas 200 kaki di Bowling Green, Kentucky. Di daerah ini memang dikenal rawan tanah ambles dan setiap saat bisa terjadi hal seperti ini lagi. Ini membuat pembangunan di seluruh area di sini sangat beresiko.

13. Daisetta

Di Daisetta, Texas belum lama ini (Mei 2008), yang diawali oleh amblesnya tanah selebar 20 kaki di satu daerah pemukiman, menjadi meluas hingga 900 kaki dengan kedalaman 100 kaki dalam sehari dan menelan tiang-tiang telpon, bangunan-bangunan dan kendaraan. Pemerintah setempat telah meneliti kemungkinan kebocoran pada jalur-jalur minyak dan gas alam di situ. Endapan minyak dan lumpur yang ditimbulkan turut membahayakan beberapa rumah tinggal di dekatnya.

14. Amblesnya Montrose Avenue



Tanah ambles selebar 80 kaki dengan kedalaman 15 kaki terjadi di tengah Montrose Avenue. Jalan raya ini akhirnya ditutup selama dua minggu pada awal Januari tahun lalu. Untungnya tidak ada korban karena peristiwa ini.

sumber : http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2009/02/lubang-lubang-besar-tanah-ambles.html

Oktober 31, 2009 at 5:22 am 4 komentar

keajaiban geologis di dunia


10_keajaiban_geologisPemandangan-pemandangan yang membuat mata kita terkesima akan keindahannya. Pemandangan yang terjadi secara alami memang mempunyai keindahan tersendiri, seperti sebuah hasil karya lukisan atau pahatan dari alam itu sendiri. Foto-foto pemandangan yang saya kutip dari erabaru.net ini membuat kita bisa mengetahui fenomena alam yang pernah terjadi tanpa kita sadari…

.

.

.

The Wave (terletak diantara Arizona dan Utah, AS)

thewavePemandangan bebatuan cadas merah yang memukau di perbatasan Arizona dan Utah. The Wave berasal dari bukit pasir berusia 190 juta tahun yang telah berubah menjadi batu. Formasi yang jarang dikenal ini hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki melalui perjalanan sejauh 3 mil dan tanpa hambatan.

.

.

.

.

.

.

.

Gua Kristal Raksasa (Mexico)

guakristalDitemukan jauh di dalam sebuah tambang di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk di sebuah gua yang seluruhnya tertutup karang batu. Sebuah geodesi penuh dengan kristal yang mengagumkan setinggi pohon cemara, dan pada beberapa tempat sekelilingnya kristal tersebut ada yang berwarna sebening emas dan perak dengan berbagai rupa dan bentuk yang luar biasa.

Gua kristal raksasa ini ditemukan di antara badan batu kapur, daerah yang sama ditemukannya biji perak dan timah yang dieksploitasi oleh tambang dan kemungkinan dihasilkan dari pelarutan zat cair panas yang sama yang menyimpan logam dengan gips yang telah dikristalisasi selama tahap penyusutan dalam proses mineralisasi.

.

.

Lembah Antelope (Arizona, AS)

lembah_antelopeMerupakan jurang di Barat daya Amerika yang paling sering dikunjungi dan diabadikan gambarnya. Lembah Antelope ini bertempat di daratan Navojo dekat Page, Arizona. Ia meliputi 2 bagian lembah terpisah yang indah, masing-masing di sebut sebagai Jurang Antelope bagian atas – atau “The Crack” – dan Jurang Antelope bagian bawah – atau “The Corkscrew”.

Nama Navojo untuk Jurang Antelope adalah Tse bighanilini, yang berarti “tempat di mana air mengalir melewati batu”. Jurang Antelope bagian bawah adalah Hasdestwazi, atau “Monumen Batu Spiral”. Keduanya berlokasi di antara LeChee Chapter di Negara Navojo.

.

.

.

.

.

.

.

Mata Sahara (Mauritania)

mata_saharaDaratan luas spektakuler di Mauritania, bagian barat-selatan gurun Sahara adalah sangat besar dengan diameter 30 mil yang dapat dilihat dari luar angkasa. Disebut struktur Richat – atau mata sahara – pada awalnya pembentukan ini diperkirakan disebabkan oleh tubrukan batu meteor, namun sekarang ahli geologi percaya itu adalah hasil dari peninggian tanah dan erosi. Penyebab dari bentuknya yang melingkar masih merupakan misteri.

.

.

.

.

.

Gua Danau Biru (Brazil)

gua danau biruWilayah Mato Grosso do Sul di Brazil (dan khususnya kota sunyi Bonito) membanggakan dengan banyak danau bawah tanah yang mengagumkan: Gruta do Lago Azul, Gruta do Mimoso, Aquario Natural. Yang terkenal di dunia “Gruta do Lago Azul” ( Gua Danau Biru ) adalah sebuah gua alam yang bagian dalamnya terbentuk dari stalaktit, stalakmit, dan terdapat sebuah danau biru yang besar dan mengagumkan.

Keindahan dari danau ini benar-benar sesuatu yang mengesankan. Gua Danau Biru mempunyai keanekaragaman bentuk geologi yang besar tetapi yang paling utama berkesan adalah air berwarna biru tua yang berada di dalam danau.

.

.

.

Jalan Lintas Raksasa (IrLandia)

jalan_lintas_raksasaSebuah daerah yang terdiri atas 40,000 batu vulkanis yang saling berhimpitan, Jalan Lintasan Raksasa adalah hasil dari ledakan lava vulkanik purba. Bertempat di timur-utara tepi laut Irlandia Utara, sebagian besar pilarnya berbentuk segienam, meskipun ada beberapa yang memiliki 4, 5, 7, dan 8 sisi.

Yang tertinggi berukuran 12 meter, dan lava yang telah mengeras di tebing bukit setebal 28 meter. Dalam sebuah jajak pendapat 2005 oleh pembaca Radio Times, Jalan Lintasan ini dijuluki sebagai  keajaiban alam terhebat keempat di Inggris Raya.

.

.

.

.

Lubang Biru Besar (Belize)

lubang_biru_besarBagian dari sistem batu menara api, Lubang Biru besar terletak kira-kira 60 mil dari daratan diluar Belize, Amerika Selatan. Lingkaran lubang besar yang hampir sempurna mempunyai jarak lintas kira-kira seperempat dari 1 mil (0.4 km), ia merupakan salah satu tempat terjun paling menakjubkan yang ditemukan di Bumi. Di dalam lubang ini, terdapat air berjarak 480 kaki (145 m) dan kedalaman air memberikan struktur berwarna biru tua yang menyebabkan dunia menyebutnya sebagai “Lubang Biru”.

.

.

.

.

.

.

Batu Ombak (Australia)

batu_ombakBatu Ombak adalah sebuah formasi batu alami yang berlokasi di Australia Barat. Nama tersebut diperoleh dari kenyataan bahwa ia berbentuk menyerupai ombak laut yang tinggi. Seluruh bagian permukaan menutupi beberapa hektar, bagian “ombak” dari batu itu sekitar 15 meter tingginya dan kira-kira 110 meter panjangnya.

Satu aspek dari Batu Ombak yang jarang terlihat dalam foto adalah dinding penahan sekitar setengah ke atas dari batu. Susunannya mengikuti garis batas dan memperbolehkan air hujan ditampung di sebuah bendungan.

Ia dibangun pada 1951 oleh Departemen Pekerjaan Umum, dan dinding seperti ini banyak dijumpai di banyak batu yang sama di daerah gandum.

.

.

.

Bukit Cokelat (Filipina)

bukit_cokelatTerdiri dari sekitar 1,268 bukit berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran hampir sama yang tersebar di area seluas lebih dari 50 km2. Merupakan formasi geologi yang sangat tak biasa, dinamakan Bukit Cokelat, berlokasi di Bohol, Filipina.

Ada beberapa hipotesa yang berhubungan dengan formasi bukit. Meliputi kerusakan batu kapur yang sederhana, sub-lautan vulkanik, dorongan dari dasar laut dan teori yang baru-baru ini yang mempertahankan prinsip bahwa sebagai gunung berapi aktif penghancur-diri, ia memuntahkan balok batu besar  yang kemudian muntahan ini terlapisi dengan batu kapur dan belakangan didorong maju dari dasar laut.

.

.

.

.

Gerbang Neraka (Uzbekistan)

gerbang_nerakaDisebut oleh orang setempat sebagai pintu menuju neraka atau pintu neraka, tempat ini terletak di dekat sebuah kota kecil Darvas di Uzbekistan. Saat ahli geologi melakukan pengeboran gas 35 tahun yang lalu, tiba-tiba mereka menemukan gua bawah tanah yang sangat besar.

Seluruh lokasi pengeboran dengan semua perlengkapan dan perkemahan terperosok masuk ke bawah tanah.

Tidak ada yang berani turun ke bawah karena gua besar tersebut dipenuhi oleh gas yang mudah terbakar, sehingga mereka membakarnya agar tidak ada gas beracun yang dapat keluar melalui lubang itu, dan sejak saat itu ia telah terbakar. Tidak ada yang tahu berapa ton gas luar biasa telah dibakar dalam tahun-tahun tersebut tetapi ia hanya terlihat tanpa batas.  (The Epoch Times Australia/win).

sumber : http://luminousreload.wordpress.com/2009/10/30/foto-inilah-10-keajaiban-geologis-dunia/



Oktober 31, 2009 at 5:18 am 1 komentar

the eye of sahara (mata sahara)

saya melihat dasgboard saya dan melihat top artikel

Mata Sahara (Mauritania)

mata_saharaDaratan luas spektakuler di Mauritania, bagian barat-selatan gurun Sahara adalah sangat besar dengan diameter 30 mil yang dapat dilihat dari luar angkasa. Disebut struktur Richat – atau mata sahara – pada awalnya pembentukan ini diperkirakan disebabkan oleh tubrukan batu meteor, namun sekarang ahli geologi percaya itu adalah hasil dari peninggian tanah dan erosi. Penyebab dari bentuknya yang melingkar masih merupakan misteri.

sumber : http://luminousreload.wordpress.com/2009/10/30/foto-inilah-10-keajaiban-geologis-dunia/

setelah melihat ini saya menjadi berpikir “apakah ini atlantis itu?”saya dapat berpikir seperti itu karena kata plato atlantis memiliki kota yang berbentuk bulat dan memiliki jalur air / kanal

Oktober 31, 2009 at 5:05 am 2 komentar

7th poisonous animal in the world

I want to tell about 7th poisonous animals in the world (1.box jellyfish, 2.king cobra, 3. Marbled Cone snail, 4.blue-ringed octopus, 5.death stalker scorpion, 6.stoonefish, 7.brazilian wandering spider, 8.inland taipan, 9.poson dart frog, 10.puffer fish) or the most poisonous spider in the world, that is Brazilian wandering spider, this spider is a native animal from brazil, Brazilian wandering spider (Phoneutria) or banana spider was appears in the Guinness Book of World Records 2007 for the most venomous spider and is the spider responsible for most human deaths. In a day, these spiders always hide in highly populated, sometimes in our house, boots, and our car. This Brazilian Wandering spider is a member of Ctenidae family of wandering spiders.

The Brazilian wandering spider can grow to have a leg from 4 until 5 inches, they have 8 eyes, and 2 of them are big. The Brazilian wandering spider are fast moving spider, their legs are strong and hairy. The Brazilian wandering spider is not a tarantula. This spider called Brazilian wandering spider because it wanders the jungle floor. The Brazilian Wandering spider will usually search for cover in the dark places to hide during daytime, for example is houses, clothes, cars, boots, boxes and log piles, some times it make some accident when people disturb them.

Adult Brazilian Wandering spiders eat crickets, other large insects, small lizards and mice. Spider lings of this species eat flightless fruit flies and pinhead crickets. And, adult spider is the kindest animal in the world, because the women will ate the men when they fertilize each other, then they children will eat his parent when the eggs is hatch. The Brazilian wandering spider life cycle is just 1 until 2 years.

If you get a bite from this spider, you must search emergency treatment if you don’t want to die, but if you are in lucky, you will get bruised and swollen .And always remember, this spider is not for your pet, because this spider is very dangerous spider. So, this spider has extreme venom, extreme aggressive, and extreme fast.

Range Throughout the tropical and subtropical regions of South America.

Type Both terrestrial and arboreal.

Diet Spiderlings eat flightless fruit flies, and pinhead crickets. Adults eat crickets, other large

insects, small lizards, and pinkie mice.

Full Grown Size 4 to 5 inches.

Growth Fast speed.

Temperature 75 to 80° F.

Humidity Around 80%.

Temperament Aggressive and nervous.

Housing Spiderlings can live in a clear plastic deli-container with air holes. Adults can live in a 5

to 10-gallon tank. Floor space is as important as height.

Substrate 2 to 3 inches of peat moss, or potting soil.

Décor Live plants, cork bark, driftwood, etc. make good hiding places.

Other Names Wandering Spider, South American Wandering Spider, and Banana Spider.

Oktober 31, 2009 at 4:34 am Tinggalkan Komentar

gaboon viper the snake longest fang in the world

The Gaboon Viper is one of the most beautiful snakes on the planet. Behind that beauty lies a deadly bite from the longest fangs in the world.

The Gaboon Viper, also known as Bitis Gabonica, is the ultimate ambush snake. This six foot member of the puff adder family is thick bodied, and has a large triangular head. The body of the gaboon viper is patterned in shades of black, brown, tan, purple, white, and pink and blends in perfectly with the floor of the African rainforest. As the gaboon viper ages, it will start to develop two nostril horns. This perfectly camouflaged appearance allows the gaboon viper to remain hidden from sight, and hunt effectively in the wild.

Hunting and Prey

Preferring to ambush it’s prey, the gaboon viper lies perfectly still in the leaves of the rain forest and waits for prey to happen by. With the patterns and forest colors of the gaboon viper, it is virtually invisible as it lies in wait. With the longest fangs of any snake on the planet, it injects huge amounts of venom that kills smaller animals in their tracks. Larger prey will often run away, only to die later and be tracked down by scent.

The gaboon viper will eat any warm blooded animal that it can swallow. This includes rats, mice, squirrels, and birds as well as larger mammals when the opportunity presents itself. Much like the deadly Black Mamba of Africa, the gaboon viper depends on a powerful venom that can kill virtually animal.

Reproduction and Longevity

The gaboon viper gives birth to live young and reproduces every three years or so. When they do reproduce, they often will have up to 50 baby vipers at a time. The baby gaboon vipers are against a battle to survive right from birth as predation claims many of them. Those that do survive will probably live about 10-15 years.

The gaboon viper is one of the most popular venomous snakes with collectors and can survive up to 20 years in captivity.

Oktober 16, 2009 at 1:01 am Tinggalkan Komentar

lonesome george

Lonesome George (Spanish: Solitario Jorge) is the last known individual of the Pinta Island Tortoise, subspecies Geochelone nigra abingdoni, one of eleven subspecies of Galápagos tortoise native to the Galápagos Islands.[1][2] He has been labelled the rarest creature in the world, and is a potent symbol for conservation efforts in the Galápagos and internationally.[3] It is thought that he was named after a character played by American actor George Gobel.

George was first seen on the island of Pinta on 1 December 1971 by American snail biologist Joseph Vagvolgyi. The island’s vegetation had been decimated by introduced feral goats, and the indigenous G. n. abingdoni population had been reduced to a single individual. Relocated for his safety to the Charles Darwin Research Station, George was penned with two females of a different subspecies, Geochelone nigra becki from Wolf Island, in the hope that his genotype would be retained in the resulting progeny. This subspecies was thought to be genetically closest to George’s; however any offspring successfully hatched from George and his consorts would be intergrades, not purebreds of the Pinta subspecies.[4]

George is estimated to be 60–90 years of age, and is in good health.[4] A prolonged effort to exterminate goats introduced to Pinta is now complete and the vegetation of the island is starting to return to its former state.

In May 2007, analysis of genomic microsatellites (DNA sequences) suggested that other individuals of Geochelone nigra abingdoni may still exist.[5] Researchers have identified one male tortoise from the neighboring Galápagos island of Isabela which has half his genes in common with George’s subspecies. This animal must be a first generation intergrade between the subspecies of the islands Isabela and Pinta.[5] It is possible that a pure Pinta tortoise lives among the 2,000 tortoises on Isabela.[6]

Reproduction attempts

Attempts at mating Lonesome George were unsuccessful for several decades, possibly due to the lack of a female of his own subspecies, and prompted researchers at the Darwin Station to offer a $10,000 reward for a suitable mate.[2] On July 21 2008, it was reported that George had unexpectedly mated with one of his female companions. A total of thirteen eggs were collected and placed in incubators.[7] However, on November 11 2008, The Charles Darwin Research Center reported that 80% of the eggs showed weight loss characteristic of being infertile.[7][8] To the disappointment of the Darwin Center, by December 2008 the remaining eggs had failed to hatch and x-rays showed them to be infertile.[9]

However, on 21 July 2009, exactly one year after first announcing George had mated, the Galapagos National Park announced that a second clutch of five eggs had been laid by one of George’s female companions.[10] The park authority expressed its hope that the second clutch of eggs, which it described as being in perfect condition, might prove to be fertile. The eggs have been moved to an incubator. “Now we have to wait for the incubation period of 120 days to find out whether they are fertile”, the Galapagos National Park has said.

source : wikipedia

Oktober 15, 2009 at 12:04 pm Tinggalkan Komentar

In Nazi mysticism

The concept of Atlantis attracted Nazi theorists. In 1938, SS Officer Heinrich Himmler organized a German expedition to Tibet in 1939 to search for Aryan Atlanteans[citation needed], although this sugestion has been critised as inaccurate[26] and that the expedition was looking for the origins of the ‘Europid’ race or that it was a more general biological expedition[27]. According to Julius Evola, writing in 1934,[28] the Atlanteans were Hyperboreans—Nordic supermen who originated on the North pole (see Thule). Similarly, Alfred Rosenberg (The Myth of the Twentieth Century, 1930) spoke of a “Nordic-Atlantean” or “Aryan-Nordic” master race.

source : wikipedia

Oktober 15, 2009 at 5:30 am 2 komentar

atlantis part 1 (atlantic)

From time immemorial, the Atlantic Ridge from Iceland to South America has been an area of considerable seismic activity. Volcanic eruptions and earthquakes are nothing extraordinary.

The Atlantic Ocean – Catastrophes:

In 1669, a major part of the notorious pirate island Port Royal sank due to an disastrous earthquake.

In 1775, Lisbon, which is on a parallel with the Azores at a latitude of 39 43′/36 55′ N, was badly hit by a devastating earthquake killing 60 000 people. Moreover, both the harbour and the docks sank 200 metres to the ground.

In 1783, one fifth of the Icelandic population fell victim to a catastrophic earthquake.

In 1811, on the Azores, a volcanic island named “Sambrina“ rose some thousand metres to the surface and sank again shortly after. The islands of Corvi and Flores constantly change their shape and parts of them are swallowed up by the sea.

To the best of present knowledge there is an underwater area with deep valleys and high mountains around the Azores and the Canary Islands. Reducing the sea level by 150 metres to the Ice Age level brings about a huge piece of land which, however, does not match the dimensions Plato wrote about. Nevertheless, further westward, in the Caribbean area, a huge land mass comes into existence which perfectly meets Platos records.

The Atlantic Ocean – Facts:

In 1969, by order of Duke University, an expedition to the Aves Ridge in the Caribbean Sea found granite on fifty locations. Usually, granite is found only onshore or where once had been solid ground.

In 1898, 750 km north of the Azores, the transatlantic cable broke. On this occasion, rock samples were taken from a depth of 17 000 fathoms. A close examination came to the result that the rock samples consisted of tachylyte, a lava-like substance. Yet this mineral would not emerge unless above sea level and under atmospheric pressure. Moreover, it will decompose after 15 000 years. This means that once there had been mainland.

In a depth of up to 1 000 metres, coastal sand was found on the reefs of the Azores. However, it usually only appears on flat beaches.

In 1936, the Geological Society of America conducted a study of sunken river canyons in the Atlantic Ocean. It says that rivers on the European, the North African and the American side sank into the continental sockets for up to 300 km in length and 2 km in depth. That means that in the Pleistocene Age, that is when mankind emerged, the sea level underwent a change in depth up to 2 000 metres.

The Atlantic Ridge – one of the world’s most nororious regions in terms of seismic activity. Decreasing the sea level by 300 to 400 metres brings about a huge land mass that would perfectly fit Plato’s descriptions. In “Critias“, Plato writes:

“(…)In the next place, they had fountains, one of cold and another of hot water, in gracious plenty flowing; and they were wonderfully adapted for use by reason of the pleasantness and excellence of their waters. They constructed buildings about them and planted suitable trees, also they made cisterns, some open to the heavens, others roofed over, to be used in winter as warm baths (…)“

source : http://www.atlantia.de/atlantis_english/myth/atlantis/atlantis_atlantic.htm

then, i search the coordinate of atlantis in google, i found this

and the coordinate is 31 15’15.53N, 24 15’30.53W

Oktober 15, 2009 at 5:07 am Tinggalkan Komentar

atlantis part 2 (indonesia)

MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

sumber : http://gentlevast.blogspot.com/2007/12/benarkah-indonesia-adalah-benua.html

Oktober 15, 2009 at 4:54 am 3 komentar

woodhenge

Woodhenge is a Late Neolithic or Early Bronze Age monument originally made up of a series of concentric circles of wooden poles within a circular bank and ditch. It is of similar size to Stonehenge and lies between Larkhill and Amesbury, about 2km (1.2miles) north east of the stone circle.

This site was first discovered in 1925 when rings of dark spots in a crop of wheat were noticed on aerial photographs. Excavation of the site then showed that the dark spots were holes for wooden posts.

Aerial photo of Woodhenge © English Heritage - NMR 18231/03

The site originally consisted of 6 rings of wooden posts radiating out from a central point. They were enclosed within an earthen bank and ditch with a north east entrance as at Stonehenge.

It has conventionally been dated to about 2300-2000BC, making it contemporary with the building of the stone circle of Stonehenge. But excavations in the 1970s using new radio carbon dating techniques suggested that it could be more recent.

Artist's impression of how Woodhenge may have looked © English Heritage

Woodhenge reconstructed – it is also possible that there was no roof

Excavations during the 1970s at Woodhenge revealed that a child had been buried near to the centre of the enclosure. The skull of the child had been split.

Was this for a religious or ritual reason? Early prehistory monuments often include human remains. These are thought to be sacrifices or offerings to mark the beginning of its use.

Photo of Woodhenge by Dave Batchelor © English Heritage

Woodhenge today – the markers are placed in the excavated post hole
source : http://www.english-heritage.org.uk/stonehengeinteractivemap/sites/woodhenge/

Oktober 15, 2009 at 4:42 am Tinggalkan Komentar

Tulisan Lebih Lama


quote of the month

"Ten people who speak make more noise than ten thousand who are silent." napoleon bonaparte

 

Oktober 2009
S S R K J S M
« Jun   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

dari mana aja ya?

free counters

baru-baru ini

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

SocialVibe



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.